
Copyright (2021), konselinghiv.com, Hak Cipta Dilindungi Undang-undang.
Pengobatan Antiretroviral (ARV) adalah pengobatan untuk mengontrol virus HIV. ARV bekerja dengan cara menghambat pertumbuhan dan replikasi virus HIV di dalam tubuh.
Baca juga: Tes HIV Melalui Pengukuran Viral Load
Pengobatan ARV harus dilakukan seumur hidup untuk mencegah virus HIV berkembang menjadi AIDS. Dengan pengobatan ARV yang efektif, jumlah virus HIV dalam darah (viral load) dapat ditekan hingga mencapai level yang tidak terdeteksi atau not detected (undetectable).
Masa pengobatan ARV dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti:
Pengobatan ARV harus dimulai sesegera mungkin setelah didiagnosis HIV. Pengobatan yang dini dan teratur dapat membantu menjaga kesehatan pasien dan mencegah penularan HIV.
Pada umumnya, pengobatan ARV untuk yang terdiagnosis HIV menggunakan kombinasi 3 obat ARV dari dua kelas yang berbeda. Tujuan dari kombinasi ini adalah untuk menekan jumlah virus HIV dalam darah (viral load) serendah mungkin, sehingga tidak dapat dideteksi (undetectable).
Kelas obat ARV yang umum digunakan dalam kombinasi ini adalah:
Berikut adalah beberapa contoh kombinasi obat ARV yang umum digunakan untuk pengobatan HIV:
Kombinasi obat ARV akan diubah jika tidak efektif dalam menekan viral load. Kombinasi obat ARV yang dipilih akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien, termasuk tingkat keparahan infeksi, resistensi obat, dan toleransi pasien terhadap obat.
Kombinasi obat ARV tersebut ada yang tersedia dalam satu tablet, atau yang disebut FDC (Fixed-Dose Combination). FDC ARV dirancang untuk memudahkan pasien minum obat mereka dan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan.
Berapa bulan sekali standarnya untuk melakukan tes viral load?
Standarnya, tes viral load dilakukan setiap 3 bulan sekali untuk orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) yang sedang menjalani pengobatan antiretroviral (ARV). Tes viral load ini bertujuan untuk memantau efektivitas pengobatan ARV dan memastikan bahwa viral load ODHIV tetap tidak terdeteksi (undetectable).
Jika ODHIV mengalami kepatuhan yang baik terhadap pengobatan ARV dan viral loadnya sudah undetectable, maka tes viral load dapat dilakukan setiap 6 bulan sekali. Namun, jika ODHIV mengalami kepatuhan yang buruk terhadap pengobatan ARV atau viral loadnya kembali terdeteksi, maka tes viral load perlu dilakukan lebih sering, yaitu setiap 3 bulan sekali.
Selain itu, tes viral load juga dapat dilakukan lebih sering jika ODHA:
Oleh karena itu, penting bagi ODHA untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai jadwal tes viral load yang sesuai dengan kondisinya.
Viral load yang tidak terdeteksi (undetectable) adalah kondisi di mana jumlah virus HIV dalam darah tidak terdeteksi oleh alat tes standar.
Viral load yang tidak terdeteksi menandakan bahwa pengobatan ARV berhasil menekan pertumbuhan dan replikasi virus HIV di dalam tubuh.
Pada saat viral load undetectable, maka berlaku rumusan U = U, yang berarti Undetectable = Untransmittable; atau kondisi di mana virus tidak terdeteksi, maka tidak akan menyebarkan virus kepada orang lain.
Pada umumnya, orang yang terdiagnosis HIV akan mencapai viral load undetectable dalam waktu 6-12 bulan setelah pengobatan ARV. Namun, terdapat juga penelitian yang menunjukkan orang dengan HIV akan mencapai viral load undetectable dalam waktu 3-6 bulan setelah pengobatan ARV.
Perbedaan waktu ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: faktor Stadium HIV, kepatuhan terhadap pengobatan, dan kondisi kesehatan.
Viral load yang tidak terdeteksi memiliki beberapa manfaat, antara lain:
Dengan viral load yang tidak terdeteksi, orang yang hidup dengan HIV (ODHIV) dapat hidup sehat dan produktif seperti orang lain.
Berikut adalah beberapa tips untuk mencapai viral load undetectable:
Dengan mengikuti tips-tips tersebut, ODHIV dapat mencapai viral load undetectable dan menjalani hidup yang sehat dan produktif.*
Ikuti artikel Konseling HIV di Google News, klik di Sini.
Konsultasikan mengenai IMS dan HIV dengan konselor terlatih Ira Fatmawati, S.Kep melalui link di bawah ini.
Copyright (2021), konselinghiv.com, Hak Cipta Dilindungi Undang-undang.